Polusi Udara, Pembunuh Senyap yang Menggerogoti Kesehatan

12 hours ago 5
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polusi udara kerap disebut sebagai silent killer atau pembunuh senyap karena dampaknya yang bekerja perlahan, nyaris tak terasa, namun mematikan. Ancaman ini tidak selalu hadir dalam bentuk asap pekat atau bau menyengat, tetapi justru menyusup diam-diam melalui udara yang setiap hari dihirup manusia.

Dalam peluncuran program FIREFLIES (Fostering Innovation, Research, and Engagement for Fire-Free Living through Inclusive Education and Solutions) yang digagas Dietplastik Indonesia, Rabu (4/1/2026) lalu, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia sekaligus pakar kesehatan lingkungan Prof. Budi Haryanto menyebut polusi udara sebagai ancaman kesehatan terbesar yang dihadapi umat manusia saat ini.

“Polusi udara merupakan ancaman kesehatan terbesar dibandingkan dengan polusi air, polusi tanah, maupun berbagai bentuk kerusakan lingkungan lainnya,” kata Budi, merujuk pada pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejak 2016–2017.

Di Indonesia, sumber polusi udara tidak bisa dilepaskan dari persoalan pengelolaan sampah. Setiap hari, Indonesia memproduksi sekitar 175.000 ton sampah. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 persen tidak terkelola dengan baik. Sebagian besar sampah yang tidak terkelola itu akhirnya dimusnahkan dengan cara dibakar, baik secara terbuka di lingkungan permukiman maupun di lokasi pembuangan akhir.

Kota-kota besar menjadi wilayah yang paling terdampak. Jakarta menghasilkan sekitar 8.000 ton sampah per hari, Surabaya sekitar 2.000 ton, dan Bandung sekitar 1.800 ton. Volume sampah yang besar, ditambah praktik pembakaran terbuka, menimbulkan tekanan serius terhadap kualitas lingkungan dan, terutama, kesehatan masyarakat.

Budi menjelaskan pembakaran sampah terbuka merupakan salah satu sumber utama polusi udara berbahaya. Sampah yang dibakar bukan hanya sampah organik, tetapi juga plastik dan limbah elektronik. Sampah elektronik seperti kulkas, pendingin udara, televisi, hingga microwave yang sudah tidak terpakai sering kali dibongkar untuk diambil logamnya, sementara sisanya dibakar.

“Sebagian besar dari proses itu berakhir di udara. Kita menghirupnya setiap hari, tapi kita tidak tahu apa saja yang masuk ke dalam paru-paru kita,” ujarnya.

Selain pembakaran, pengelolaan sampah yang buruk juga memicu proses pembusukan secara anaerob di tempat pembuangan. Proses ini menghasilkan gas metana, salah satu gas rumah kaca yang kuat, serta berbagai senyawa kimia volatil atau volatile organic compounds (VOCs) yang berbahaya bagi kesehatan.

Zat-zat pencemar tersebut hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari partikel halus hingga senyawa kimia kompleks. Ketika terhirup, dampaknya tidak hanya berupa gangguan kesehatan jangka pendek seperti batuk, pilek, flu, atau infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Bahaya yang lebih serius justru muncul dalam jangka panjang, ketika partikel-partikel halus dan zat beracun itu masuk lebih dalam ke dalam tubuh.

Budi menjelaskan, di dalam polusi udara terdapat partikel seperti black carbon, karbon dioksida, hidrokarbon, serta logam berat. Zat-zat ini dapat terdeposit atau menetap di berbagai organ tubuh, termasuk paru-paru, jantung, sistem saraf, saluran cerna, kulit, darah, hingga tulang.

“Ini menjawab kenapa sebagian besar perempuan Indonesia mengalami anemia,” kata Budi. Ia menjelaskan pencemaran logam berat dari polusi udara dapat menghambat produksi sel darah merah di sumsum tulang. Akibatnya, kadar hemoglobin menurun dan anemia menjadi sangat umum ditemukan.

Temuan ini, menurut Budi, terlihat jelas dalam berbagai pemeriksaan kesehatan massal. Persentase masyarakat yang mengalami anemia cukup tinggi. Dampak polusi udara juga tidak berhenti di situ, tetapi merambah ke berbagai sistem tubuh, termasuk sistem reproduksi yang ikut terganggu akibat paparan pencemar dalam jangka panjang.

Read Entire Article